Tag: Mourinho

Clasico Show Time

Akhirnya salah satu momen yang ditunggu para penggila bola di seluruh dunia akhirnya datang juga. Yuppie.. It’s show time for el classico. Madrid versus Barcelona.

Laga yang akan berlangsung di Santiago Bernabeu ini dijamin akan memberikan kepuasan footballholic. Dikarenakan tidak ada satu pun pemain bintang di kedua tim yang akan absen.

Walaupun di tengah pekan ini ada pertandingan Liga Champions,namun tak ada satu pun key player yang dimainkan. Sehingga dapat dipastikan bahwa Mourinho maupun Guardiola telah menyiapkan komposisi terbaik untuk super big match ini. Apalagi Mou tidak ingin kembali menelan kekalahan seperti musim lalu.

Dari kubu Madrid, Casillas akan memimpin rekan-rekannya. Pepe yang di pertemuan akhir musim lalu mendapatkan kartu merah akan menjadi jenderal pertahanan bersama Carvalho, Ramos, dan Marcelo. Jika musim lalu, Madrid cenderung menumpuk gelandang defensif,maka sekarang lini tengah akan diisi gelandang kreatif seperti Xabi Alonso, Kaka, Oezil serta Khedira. Pos pendobrak akan diserahkan ke Ronaldo dan Higuain.

Sedangkan Barcelona tidak akan banyak melakukan perubahan untuk starting eleven. Valdes akan menjadi orang terakhir di belakang Dani Alves, Puyol, Pique (jika terkena sanksi dari RFEF), dan Abidal. Lini tengah masih akan diisi Xavi, Iniesta, dan Busquets. Perubahan sepertinya akan terjadi untuk pendamping Messi,yang akan diisi oleh Villa dan Fabregas, untuk memperkuat lini tengah, menggantikan peran Pedro ataupun Alexis Sanchez.

Untuk pelatih sekaliber Mou, yang berhasil mengangkat 2 Piala Champions untuk 2 klub berbeda, angka satu kemenangan dari 7 pertemuan sebelumnya versus Pep bukan hasil yang menggembirakan sehingga dirinya menambah pemain-pemain kreatif untuk menambal posisi yang dia anggap sebagai kelemahan di musim lalu.

Varane,yang masih berumur 19 tahun, dianggap mampu menjadi pelapis bagi Pepe dan Carvalho. Coentrao yang semula pemain spesialis sayap diubahnya menjadi pemain serbaguna mulai posisi belakang hingga depan. Sahin, playmaker Turki didatangkan untuk melapis Oezil dan Kaka. Sedangkan Altintop dan Callejon sebagai alternatif serangan menyisir sisi lapangan.

Sedangkan barcelona hanya mengakusisi 2 pemain, Cesc Fabregas dan Alexis Sancez, dan mempromosikan Thiago Alcantara dari La Masia. Namun kesamaan dari ketiga pemain tersebut adalah pemain cerdas yang mampu mengontrol permainan ala barca.

So, siapakah yang akan memenangkan el clasico edisi 216 ini?