Category: Tinta

Tuhan Sembilan Senti

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Continue reading “Tuhan Sembilan Senti”

Dari Seorang Sahabat 2

Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois, tetapi bagaimanapun juga terimalah mereka apa adanya…

Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu. Tetapi tetaplah berbuat baik selalu…

Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat…

Apa yang engkau bangun bertahun-tahun lamanya dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi janganlah berhenti, tetaplah membangun…

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini , mungkin besok akan dilupakan orang. Tetapi teruslah berbuat baik…

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan mungkin itu tidak akan pernah cukup.  Tetapi tetap berikanlah yang terbaik…

Sadarilah bahwa semua yang engkau katakan dan lakukan itu adalah antara engkau dan Rabb-mu. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pikir dan pedulikan apa yang engkau lakukan atas orang lain, dimana orang lain akan berpikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa pandangan Allah tertuju pada orang-orang yang jujur dan berbuat baik. Dan Dia dapat melihat ketulusan hatimu…

————————-

Dari Seorang Sahabat….

Ibu

… Ibu…Engkau seorang yang tak pernah mengharapkan balas jasa…

Ibu…
Engkau hamba mulia terhadap Allah
Yang bersyukur akan kandunganmu
Karena merasakan kebesaran Allah
Selama sembilan bulan

Ibu…
Engkau wanita sholehah terhadap Allah
Yang berjuang melahirkanku
Menunggu dari waktu ke waktu
Demi melahirkan buah hatimu
Karena itu ibarat sebuah antrian
Memasuki salah satu pintu surga

Continue reading “Ibu”

Pernahkah Kita Bayangkan

Berdoa

Pernahkah kita bayangkan
Seberapa banyak waktu yang telah kita buang sia-sia
Padahal kita hanya memiliki waktu yang sedikit
Maka manfaatkanlah waktu yang tersisa
Untuk mendatangkan cita-cita

Pernahkah kita bayangkan
Seberapa banyak kesempatan yang telah kita biarkan bebas pergi
Padahal kesempatan tersebut tak akan datang dua kali
Maka pergunakanlah kesempatan yang akan datang
Untuk mewujudkan cita-cita

Pernahkah kita bayangkan
Seberapa banyak cita-cita yang kita impikan
Padahal belum tentu kita akan menggapainya
Maka raihlah cita-cita
Dengan berusaha dan berdoa

Dilema

Melangkah Pergi

Jika aku boleh memilih
Biarkanlah aku tinggal di sana
Mendatangi kesunyian
Meninggalkan keramaian di sini

Hati gejolak untuk berontak
Nurani memaksa untuk tetap
Otak serasa penat
Jiwa tanpa semangat

Sepi sudah menjadi sahabatku
Sunyi adalah teman akrabku
Biarkanlah ramai tetap berisik
Tetapi jiwa tak terusik

Pergilah engkau ramai
Temanilah aku sepi
Hangatkan aku sunyi
Dengan jiwa kembali berisi