Category: Juventino

Del Piero, Sang Legenda Juventus

… jika saya memintanya bermain satu menit, lima menit, delapan atau seluruh pertandingan, dia selalu memberi 100% … (Antonio Conte, Pelatih Juventus)

Bagi penggemar Juventus, seperti saya, nama Alessandro Del Piero adalah seorang nama yang hukumnya wajib untuk diketahui. Jangan berkata fans Juventus jika tidak mengenal Alex – sapaan Del Piero.

Di usia yang sudah memasuki senja ini, kelahiran 9 November 1974, Del Piero masih mampu memberikan kontribusi kepada klub yang dibelanya sejak tahun 1993 ini. Laga terakhir semalam melawan Lazio adalah salah satu buktinya. Di laganya yang ke 700 bersama Si Nyonya Tua, Del Piero mencetak gol kemenangan melalui tendangan bebas di menit 82.

Alesandro Del Piero

Del Piero memang memiliki spesialisasi dalam mengambil set piece baik itu sepak pojok, pinalti, ataupun tendangan bebas. Bahkan ada area tendangan bebas dinamakan “Del Piero Zone”, dimana posisinya berada di depan kotak pinalti sebelah kiri dengan menendang bola melengkung menuju pojok tiang jauh.

Untuk ukuran prestasi, tidak perlu ditanyakan lagi. Dari gelar domestik di Italia, kontinental di Liga Champions, antar kontinental di Piala Toyota, bahkan hingga Piala Dunia bersama Italia telah ia raih. Untuk gelar pribadi mulai dari top skor liga Italia, Liga Champions, Pemain terbaik Italia, serta Pemain Terbaik Intercontinental sudah pernah diraihnya. Hanya gelar terbaik eropa dan dunia yang tidak bisa ia raih.

Di penghujung musimnya bersama Juventus, isunya adalah dirinya tidak akan diperpanjang kontraknya yang akan habis musim ini. Apapun masa depannya, Del Piero sudah tercatat menjadi legenda hidup Juventus. Bravo Ale!

La Vecchia Signora

Logo Juventus

Lagi mereview tulisan-tulisan yang pernah saya posting di blog ini dan menyadari klo saya belum pernah sekalipun menulis tentang klub favorit saya. Juventus! Ya, Juventus merupakan klub pertama yang saya suka sebelum klub-klub lainnya seperti Real Madrid dan Arsenal. Saya menyukai sepakbola sejak pertengahan ’90an tepatnya ketika Piala Dunia 1994 di USA dan sejak saat itu sedikit demi sedikit, olahraga rakyat ini dapat memindahkan hati saya dari basket yang saat itu sedang jayanya Michael Jordan di Chicago Bulls.

Pertama kali nonton Juventus adalah ketika final Champions Cup 1997 antara Juventus dengan Borussia Dortmund dari Jerman. Di era ’90an, Liga Italia sedang mengalami masa jayanya sehingga banyak orang yang menjagokan Juventus. Dan karena faktor itu, entah kenapa, saya juga langsung menyenangi Juventus. Namun apa daya, Juventus harus menelan kekalahan tragis dari tim under dog Jerman tersebut. 2 gol Riedle dan 1 gol Lars Ricken hanya mampu dibalas oleh gol cantik via back heel oleh Alex Del Piero. Juve pun gagal menjadi juara back to back alias berurutan setelah pada tahun 1996 mereka mampu menaklukan Ajax Amsterdam.

Continue reading “La Vecchia Signora”