Category: CurCol

Kepercayaan

Ketika teman-teman berada di organisasi nasional seperti ini, dengan banyaknya tantangan yang ada, maka kepercayaan kepada tim kita menjadi kuncinya”

Itulah salah satu pesan yang terucap dari saya ketika diminta memberikan testimoni dan sedikit kesan terhadap organisasi, yang hampir tiga tahun lebih saya berada di dalamnya.

Ya, sebuah kepercayaan.

Kepercayaan disini bukan bermakna kepada keyakinan atau agama. Namun, kepercayaan dalam arti kita sadar dan yakin bahwa orang lain mampu melakukan apa yang kita minta.

Ketika saya diberikan sebuah amanah dengan anggota tim yang awalnya tidak saya kenal dan berada di lokasi atau daerah yang berpencar di seluruh Indonesia, maka kepercayaan kepada mereka menjadi kuncinya.

Kepercayaan bahwa mereka bisa mengerjakan apa yang seharusnya mereka kerjakan. Pun juga saya menjaga kepercayaan yang diberikan dengan mengerjakan apa yang harus saya kerjakan.

Ya itulah kepercayaan. Unik sekali.

Dengan membangun sugesti positif bahwa kita percaya dengan kemampuan tim kita, maka itu sudah menjadi modal awal yang kokoh dalam membangun sebuah harmonisasi di organisasi.

Posted from Xperia E-ki

Setengah Perjalanan Ramadhan

Hanya ingin berdoa saat diri memasuki malam ke 14 Ramadhan, dengan melihat pijarnya purnama yang mengusik kegelapan malam…

Ya Allah, letakkanlah dunia di tanganku dan akhirat di hatiku, agar ketika dunia ini sudah cukup berat untukku maka biarkanlah ia kulepaskan

Posted from Xperia E-ki

New Year with New Environment

Sudah hampir seminggu tahun 2012 berlalu, dan belum genap seminggu 2013 berjalan. Di 2012, banyak kisah haru biru yang terjadi, cerita suka duka memenuhi lembaran kehidupan yang mendewasakan karakter diri. Meskipun semua itu tak bisa ditulis ataupun diceritakan, namun yang pasti tetap terberkas di hati. Yang lalu biarlah berlalu. Hanya bisa dikenang dan diambil hikmahnya.

2013 sudah mulai berputar. Dan di tahun ini, diriku memasuki fase kehidupan baru. Sebuah fase dengan lingkungan baru, kehidupan yang dulu sempat aku rasakan ketika Kerja Praktek sekitar 1,5 bulan. Seolah takdir berkata bahwa kompetensi, sebuah kata yang dulu sering aku dengungkan, saatnya diuji di tempat ini. Sebuah lingkungan yang membuatku berangkat jam 6 kurang dan tiba di rumah pukul 21.

Apapun keadaan yang akan ku hadapi, tetaplah mensykuri karunia nikmat ini. Selamat menikmati kehidupan baru dengan lingkungan baru di 2013, guys!

Menyantap Kembali Mie Aceh yang Lama Menghilang

Sejak merasakan salah satu kuliner nusantara ini -lupa kapan mulai mencobanya-, mie aceh merupakan salah satu bentuk olahan mie yang saya suka. Dibandingkan jenis olahan mie lainnya seperti mie rebus, mie goreng, mie ayam, ifumie, lomie dan lainnya, mie aceh memiliki cita rasa berbeda dengan jenis mie lainnya dikarenakan ragam rasa rempah di dalamnya.

Ada dua tempat sekitar rumah yang menjadi referensi kuliner mie aceh. Pertama, di Pasar rawa kalong dan yang lainnya ada di jalan Nusantara. Keduanya buka lapak mulai sore. Namun, saya lebih prefer di tempat kedua. Selain itu, klo di Jogja, saya suka dengan mie aceh Bunglong Jeumpa. Faktor rasa jelas menjadi poin penting jika berbicara masalah kuliner. Faktor harga? Itu relatif. Seperti halnya kutipan paman saya ini :

Makanan enak namun mahal itu wajar. Lha, klo udah ga enak tap mahal?

Emang paling mantap itu klo udah murah tapi enak! Hohoho…
Continue reading “Menyantap Kembali Mie Aceh yang Lama Menghilang”

Pesan Tertinggal di Edisi Milad ke 17

Lagi merapikan buku-buku yang bermigrasi dari Jogja ke Bekasi, menemukan sebuah buku hadiah milad ke 17 alias pas kelas 3 sma, cing! Mau tahu judul bukunya?

Buku karangan Fathi Yakan berjudul ‘Membongkar Jahiliah, Meraih Sukses Berdakwah’…. dari judul dan penulisnya aja udah ketahuan klo ini buku berat!!!

Namun, bukan judul ataupun isi buku itu yang ingin saya ceritakan.. Yang ingin saya share adalah tulisan tangan bertinta biru di halaman awal buku tersebut….

‘Akhi, sesungguhnya Islam bangga akan para pemudanya. Karena itu, jadilah engkau pemuda Islam yang tatkala orang melihatmu, mereka akan melihat itulah indahnya Islam’

………………………………………………..
x_x

Posted from Ekidroid

Teringat Remi

Jangan bersedih teman-temanku
Hidup ini adalah perjuangan
Marilah kita mulai melangkah
Menuju cita-cita bahagia

Entah kenapa, tiba-tiba di tengah siang bolong tadi diriku teringat akan Remi. Bukan Remi yang merupakan permainan kartu namun film Remi. Sebuah film kartun di pertengahan periode tahun 90-an yang diputar di RCTI tentang perjalanan seorang anak kecil. Saya lupa detail ceritanya namun masih teringat akan susunan lirik lagunya, kemudian googling dan akhirnya dapat lirik lagunya dari blog ini. Kemudian searching juga di Youtube dan dapatlah sound tracknya disini.

Liriknya menggambarkan bahwa seorang anak kecil sudah terlatih untuk mengembara demi meraih cita-citanya. Intinya, so sad banget dah. Entah masih ada ga film-film seperti ini untuk anak-anak zaman sekarang. Beberapa testimoni yang saya baca, anak-anak di pertengahan 90-an merasa bersyukur dikarenakan film-film di saat itu masih masuk kategori mendidik.

Continue reading “Teringat Remi”

Saya dan Mereka

Ada yang pernah bertanya kepada saya mengapa saya bisa mengenal orang dengan spesifik dibandingkan orang lain mengenalnya. Jawaban yang saya berikan cukup simple “saya ingin mengenalnya lebih dari sekedar teman”.

Ya, saya memang termasuk orang yang sangat menghargai sebuah makna pertemanan, apalagi persahabatan. Buat saya pribadi, mengenal orang itu tidak hanya sekedar mengenal dengan sebuah nama tapi juga mengetahui siapa dan seperti apa dirinya. Tidak jarang saya perlu mengetahui nama lengkap orangnya serta seperti apa sih penulisan namanya dengan benar.

Ada hal minimal yang perlu saya ketahui jika ingin mengenal seorang teman atau sahabat. Pertama, nama lengkap dan panggilannya. Kedua, daerah asalnya. Dua hal minimalis itu yang selalu saya prioritaskan dan ingat ketika memulai interaksi. Karena buat saya, hal itu sudah merupakan langkah awal untuk mengetahui karakter sahabat kita.

Maka terkadang, saya suka “mengutuk” diri saya ketika saya sudah lama berinteraksi dengan seseorang namun tidak mengetahui kondisinya dirinya. Buat saya, itu merupakan kesalahan yang tidak perlu untuk dilakukan.