Month: January 2013

Apabila Hidup Tak Ada Batasnya…

Pernah tidak membayangkan jika dalam sebuah pertandingan sepakbola tidak ada istilah 2×45 menit?

Kira-kira, apa ya yang akan dilakukan para pemainnya? Apakah mereka tetap bersemangat mencari kemenangan? Ataukah mereka hanya terus berlari dan mencetak gol hingga kaki-kaki mereka tidak bisa digerakkan dikarenakan kelelahan?

Atau jika dalam sebuah pertandingan bulutangkis tidak dibatasi nilai 21, apakah pera pemain yang bertanding akan terus melancarkan pukulan smash, lob, dropshot atau sebagainya hingga kelelahan salah satu pemainlah yang mengantarkan pemain lainnya menjadi pemenang?

Atau jika dalam sebuah balapan yang tidak ada ketentuan untuk batas putaran yang harus dilalui, apakah pebalap akan terus berputar-putar hingga bahan bakar kendaraannya habis atau hingga bannya botak?

Continue reading “Apabila Hidup Tak Ada Batasnya…”

Merawat Jas Hujan

Kemudian saya sharing dengan penjual jas hujan ketika akan membeli yang baru dan menceritakan proses perawatannya. Dan ternyata, analogi yang selama ini saya gunakan itu salah!!

Di musim hujan seperti yang terjadi akhir-akhir ini, masing-masing orang memiliki senjata andalan untuk terus bisa melanjutkan aktivitas. Entah itu payung bagi pejalan kaki, jas hujan bagi riders, atau bahkan kantong kresek untuk melindungi sepatu! Namun terkadang kita lupa untuk memperhatikan cara merawat atau menjaga senjata andalan tersebut.

Saya mengambil contoh yaitu jas hujan, yang notabene menjadi sahabat perjalanan saya akhir-akhir ini dalam menerobos derasnya air hujan. Awalnya saya tidak tahu bagaimana cara merawat jas hujan dengan benar. Saya menganalogikan bahwa merawat jas hujan sama dengan merawat pakaian dalam hal ini adalah ketika melakukan pencuciannya. Pertama, direndam kemudian dicuci dengan sabun kemudian dijemur. Dan ingat, tidak  diseterika ya! Semula berjalan biasa saja sampai akhirnya jas hujan tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik karena sudah tidak mampu menahan air kembali.

Kemudian saya sharing dengan penjual jas hujan ketika akan membeli yang baru dan menceritakan proses perawatannya. Dan ternyata, analogi yang selama ini saya gunakan itu salah!!

Tukang tersebut memberitahukan bahwa dalam mencuci jas hujan tidak diperlukan sabun. Cukup langsung dibilas air dan dijemur saja. Karena, ada bahan-bahan di dalam sabun yang dapat merusak lapisan lilin atau penahan air yang ada di dalam jas hujan. Dan sejak saat itu, saya dapat pengetahuan baru bagaimana cara merawat jas hujan yang benar.

Ya, begitulah ilmu. Bisa datang dari siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Bisa jadi, ketika ada yang membaca blog ini, sebagian dari teman-teman pembaca sudah ada yang tahu atau mungkin juga belum tahu. Buat yang sudah tahu terutama secara ilmiah, akan lebih baik juga diberikan informasinya. Buat yang belum tahu, semoga tulisan singkat ini bisa menjadi penambah wawasan kita semua.

New Year with New Environment

Sudah hampir seminggu tahun 2012 berlalu, dan belum genap seminggu 2013 berjalan. Di 2012, banyak kisah haru biru yang terjadi, cerita suka duka memenuhi lembaran kehidupan yang mendewasakan karakter diri. Meskipun semua itu tak bisa ditulis ataupun diceritakan, namun yang pasti tetap terberkas di hati. Yang lalu biarlah berlalu. Hanya bisa dikenang dan diambil hikmahnya.

2013 sudah mulai berputar. Dan di tahun ini, diriku memasuki fase kehidupan baru. Sebuah fase dengan lingkungan baru, kehidupan yang dulu sempat aku rasakan ketika Kerja Praktek sekitar 1,5 bulan. Seolah takdir berkata bahwa kompetensi, sebuah kata yang dulu sering aku dengungkan, saatnya diuji di tempat ini. Sebuah lingkungan yang membuatku berangkat jam 6 kurang dan tiba di rumah pukul 21.

Apapun keadaan yang akan ku hadapi, tetaplah mensykuri karunia nikmat ini. Selamat menikmati kehidupan baru dengan lingkungan baru di 2013, guys!