Menyantap Kembali Mie Aceh yang Lama Menghilang


Sejak merasakan salah satu kuliner nusantara ini -lupa kapan mulai mencobanya-, mie aceh merupakan salah satu bentuk olahan mie yang saya suka. Dibandingkan jenis olahan mie lainnya seperti mie rebus, mie goreng, mie ayam, ifumie, lomie dan lainnya, mie aceh memiliki cita rasa berbeda dengan jenis mie lainnya dikarenakan ragam rasa rempah di dalamnya.

Ada dua tempat sekitar rumah yang menjadi referensi kuliner mie aceh. Pertama, di Pasar rawa kalong dan yang lainnya ada di jalan Nusantara. Keduanya buka lapak mulai sore. Namun, saya lebih prefer di tempat kedua. Selain itu, klo di Jogja, saya suka dengan mie aceh Bunglong Jeumpa. Faktor rasa jelas menjadi poin penting jika berbicara masalah kuliner. Faktor harga? Itu relatif. Seperti halnya kutipan paman saya ini :

Makanan enak namun mahal itu wajar. Lha, klo udah ga enak tap mahal?

Emang paling mantap itu klo udah murah tapi enak! Hohoho…
Namun, hampir berapa bulan terakhir mie aceh di jalan nusantara tidak ada. Lokasi lapaknya sedang ada renovasi. Cilakanya, saya ga tahu apakah lokasinya pindah atau nunggu renovnya selesai. Bulan berganti bulan renovasinya tak kunjung selesai hingga akhirnya kemarin sore melintasi jalan pahlawan dari arah jalan baru, tampak ada kios baru yang menjual mie aceh.

‘Ki,mungkin itu tukang mie aceh yang dulu di nusantara’ celoteh kakak saya.

‘Siap!’ Jawabku singkat. Sebagai pecinta kuliner, saya termasuk orang yang suka mencoba makanan yang baru.

Malamnya pun saya ke TKP dan memesan mie aceh rebus yang harganya 10 ribu rupiah. Melihat tukang masaknya, sepintas memang mirip yang di nusantara.

‘Bang, dulu yang jualan di nusantara ya?’ Saya bertanya penasaran.

‘Iya, Bang’ jawabnya singkat sambil mengaduk-aduk masakannya.

‘Ooo.. itu renovnya koq lama, Bang? Dikirain pindah kemana gitu’ saya sambung pertanyaan lain.

‘Wah, itu pemilik kiosnya payah, Bang. Bilangnya mau merenov 3 minggu aja, tapi selama 3 bulan ini saya nganggur karena renovnya ga selesai-selesai’ jawabnya dengan intonasi tinggi. Ada rasa kekesalan dalam jawabannya.

‘Ini juga baru buka senin kemarin, Bang. Jadi, baru tiga hari buka’ sambungnya sambil membungkus pesananku.

‘Oooh pantes. Kayanya baru ngeliat kios ini’ saya menjawab sambil membayar menu pesanan.

Setelah mengucapkan terima kasih dan diberikan kartu nama, saya pun meninggalkan lokasi dengan perasaan sumringah.

‘Yess! Akhirnya bisa kembali merasakan mie aceh ini setelah sekian lama tidak berjumpa!’ Saya bersorak dalam hati.

Posted from Ekidroid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s