Month: October 2012

Tuhan Sembilan Senti

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Continue reading “Tuhan Sembilan Senti”

Menyantap Kembali Mie Aceh yang Lama Menghilang

Sejak merasakan salah satu kuliner nusantara ini -lupa kapan mulai mencobanya-, mie aceh merupakan salah satu bentuk olahan mie yang saya suka. Dibandingkan jenis olahan mie lainnya seperti mie rebus, mie goreng, mie ayam, ifumie, lomie dan lainnya, mie aceh memiliki cita rasa berbeda dengan jenis mie lainnya dikarenakan ragam rasa rempah di dalamnya.

Ada dua tempat sekitar rumah yang menjadi referensi kuliner mie aceh. Pertama, di Pasar rawa kalong dan yang lainnya ada di jalan Nusantara. Keduanya buka lapak mulai sore. Namun, saya lebih prefer di tempat kedua. Selain itu, klo di Jogja, saya suka dengan mie aceh Bunglong Jeumpa. Faktor rasa jelas menjadi poin penting jika berbicara masalah kuliner. Faktor harga? Itu relatif. Seperti halnya kutipan paman saya ini :

Makanan enak namun mahal itu wajar. Lha, klo udah ga enak tap mahal?

Emang paling mantap itu klo udah murah tapi enak! Hohoho…
Continue reading “Menyantap Kembali Mie Aceh yang Lama Menghilang”