Ibu


… Ibu…Engkau seorang yang tak pernah mengharapkan balas jasa…

Ibu…
Engkau hamba mulia terhadap Allah
Yang bersyukur akan kandunganmu
Karena merasakan kebesaran Allah
Selama sembilan bulan

Ibu…
Engkau wanita sholehah terhadap Allah
Yang berjuang melahirkanku
Menunggu dari waktu ke waktu
Demi melahirkan buah hatimu
Karena itu ibarat sebuah antrian
Memasuki salah satu pintu surga

Bersama mama

Ibu…
Engkau seorang yang tak pernah
Mengharapkan balas jasa
Untuk menggantikan perjuanganmu
Dalam melahirkanku
Agar aku dapat menghirup udara segar
Yang bahagianya tidak dapat diceritakan
Ketika diriku telah berada di pangkuanmu

Ibu…
Wanita renta yang bahagia menyusuiku
Kebahagian yang tidak dapat dirasakan
Oleh yang lain
Karena telah membekali hidupku
Dengan tetesan dan tegukan berharga

Tetapi Ibu
Hidup ini adalah pilihan
Dan aku harus mengambil pilihan itu
Maafkanlah aku Ibu
Maafkan aku
Maafkan aku Ibu
Jika tak dapat menemanimu setiap hari
Jika tak dapat mengantarkanmu setiap pagi
Jika tak dapat membahagiakanmu setiap senja

Tapi percayalah Ibu
Aku sedang menyempurnakan puzzle kehidupan
Agar tersusun menjadi satu kebahagiaan
Agar tak satu keeping puzzle pun yang hilang
Sehingga kebahagiaan itu menjadi hilang

Percayalah Ibu
Sepimu adalah dukaku
Dan bahagiamu adalah sukaku
Percayalah Ibu
Engkau adalah belahan jiwaku
Yang tak akan tergantikan oleh siapapun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s