Antara Calo dan Jasa


Pernahkah kita merasa bingung membedakan calo dengan jasa? Atau kita menganggap bahwa calo itu merupakan ‘jasa’? Saya sempat bingung dengan kedua istilah itu hingga akhirnya saya bisa membedakan secara langsung siapa yang disebut calo dan siapa yang disebut dengan jasa. Perbedaan tersebut saya dapatkan untuk dua kasus yang saya alami sendiri.

Pertama, kasus yang saya sebut jasa. Berawal dari kondisi bahwa pajak motor saya sudah mendekati masa akhir. Dikarenakan saya tidak sempat untuk mengurusnya ke samsat, maka saya meminta tolong ke tetangga saya. Dikarenakan bantuan dirinya, saya memberikan upah atas jasanya yang menggantikan saya mengurus pajak, mulai dari mengisi form hingga mengantrinya.

Kedua, kasus yang saya sebut calo. Kondisi berawal dari keadaan dimana saya harus pulang mendadak dari Jogja ke Jakarta. Ketika sampai di stasiun sekitar jam 10 pagi, saya berniat mengantri membeli tiket namun ternyata tiket dinyatakan sudah habis! Ketika di parkiran, ada tukang parkir yang menawarkan tiket dan harganya hampir 2,5 kali harga standar!

Khusus untuk kondisi kedua, saya menjadi paham mengapa tiket kereta selalu sering habis walaupun jarak harinya masih sangat jauh. Ada oknum-oknum yang sudah menampung puluhan tiket perjalanan yang biasanya mereka berkeliaran di dekat stasiun.

Dengan kedua kasus tersebut, saya mendefinisikan apa itu calo dan jasa. Calo adalah oknum dimana jika tidak ada dia, kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Sedangkan jasa adalah orang yang tanpa adanya dia, sebenarnya kita bisa mengurusnya sendiri.

Bagaimana menurut kalian?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s