La Vecchia Signora


Logo Juventus

Lagi mereview tulisan-tulisan yang pernah saya posting di blog ini dan menyadari klo saya belum pernah sekalipun menulis tentang klub favorit saya. Juventus! Ya, Juventus merupakan klub pertama yang saya suka sebelum klub-klub lainnya seperti Real Madrid dan Arsenal. Saya menyukai sepakbola sejak pertengahan ’90an tepatnya ketika Piala Dunia 1994 di USA dan sejak saat itu sedikit demi sedikit, olahraga rakyat ini dapat memindahkan hati saya dari basket yang saat itu sedang jayanya Michael Jordan di Chicago Bulls.

Pertama kali nonton Juventus adalah ketika final Champions Cup 1997 antara Juventus dengan Borussia Dortmund dari Jerman. Di era ’90an, Liga Italia sedang mengalami masa jayanya sehingga banyak orang yang menjagokan Juventus. Dan karena faktor itu, entah kenapa, saya juga langsung menyenangi Juventus. Namun apa daya, Juventus harus menelan kekalahan tragis dari tim under dog Jerman tersebut. 2 gol Riedle dan 1 gol Lars Ricken hanya mampu dibalas oleh gol cantik via back heel oleh Alex Del Piero. Juve pun gagal menjadi juara back to back alias berurutan setelah pada tahun 1996 mereka mampu menaklukan Ajax Amsterdam.

Juventus merupakan klub yang berdomisili di kota Turin memiliki berbagai macam panggilan mulai dari bianconeri alias hitam putih (sesuai dengan warna kostum kebesarannya), le zebre (si zebra), ataupun la vecchia signora atau Si Nyonya Tua dikarenakan sejarahya yang mendominasi di Italia. Juventus tercatat sebagai satu-satunya klub yang memiliki 2 bintang di logonya. Just info, 1 logo bintang di klub-klub Italia bermakna telah menjuarai 10 kali Liga Italia. Secara statistik, Juventus telah menjuarai 27 kali Serie A dari seharusnya 29 (2 dicabut dikarenakan kasus calciopoli), 1 kali Serie B, 9 Piala Italia, 4 Piala Super Italia, 2 Piala Champions, 1 Piala Winner, 3 Piala UEFA, 1 Piala Intertoto, 2 Piala Super Eropa, dan 2 Piala Toyota atau Intercontinental Cup.

Musim ini, Juve seperti terlahir kembali pasca kasus calciopoli yang memaksa mereka turun kasta ke Serie B untuk pertama kalinya pada tahun 2006. Berselang 5 tahun dari kejadian tersebut dengan berganti 6 pelatih, musim ini Juve mulai melihatkan geliat sebagai calon perebut Scudetto di bawah pelatih yang pernah menjabat sebagai kaptem tim ketika menjadi pemain, yaitu Antonio Conte.

Berbekal skuad yang mendalam, dan bahkan dikatakan cukup gemuk untuk klub yang hanya bermain di kompetisi domestik saja, sebanyak 24 pemain dengan rincian 3 kiper, 6 bek, 10 gelandang, dan 5 penyerang dengan formasi andalan 433 yang bermutasi menjadi 424. Dengan modal tersebut, Juventus menjadi satu-satunya klub di Italia bahkan di 5 liga besar eropa yang belum terkalahkan.

So, masih meragukan Juventus untuk kembali merajai Italia guna menambah satu bintang di logonya? Lihatlah key player di masing-masing posisi ini. Adakah yang menyangsikan kepiawaian Buffon dalam menjaga gawangnya? Barzagli seperti terlahir kembali menjadi bek yang kokoh layaknya di masa jaya saat berkostum Palermo sebelum hijrah ke Werder Bremen tahun 2006. Andrea Pirlo yang menjadi dirigen orkestra lapangan tengah Juventus seakan menyindir AC Milan bahwa dirinya belum habis. Matri menjadi penyerang oportunis yang siap mengoyak gawang lawan kapan saja ketika dirinya luput dari penjagaan bek lawan.

2 thoughts on “La Vecchia Signora

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s