Month: January 2012

La Vecchia Signora

Logo Juventus

Lagi mereview tulisan-tulisan yang pernah saya posting di blog ini dan menyadari klo saya belum pernah sekalipun menulis tentang klub favorit saya. Juventus! Ya, Juventus merupakan klub pertama yang saya suka sebelum klub-klub lainnya seperti Real Madrid dan Arsenal. Saya menyukai sepakbola sejak pertengahan ’90an tepatnya ketika Piala Dunia 1994 di USA dan sejak saat itu sedikit demi sedikit, olahraga rakyat ini dapat memindahkan hati saya dari basket yang saat itu sedang jayanya Michael Jordan di Chicago Bulls.

Pertama kali nonton Juventus adalah ketika final Champions Cup 1997 antara Juventus dengan Borussia Dortmund dari Jerman. Di era ’90an, Liga Italia sedang mengalami masa jayanya sehingga banyak orang yang menjagokan Juventus. Dan karena faktor itu, entah kenapa, saya juga langsung menyenangi Juventus. Namun apa daya, Juventus harus menelan kekalahan tragis dari tim under dog Jerman tersebut. 2 gol Riedle dan 1 gol Lars Ricken hanya mampu dibalas oleh gol cantik via back heel oleh Alex Del Piero. Juve pun gagal menjadi juara back to back alias berurutan setelah pada tahun 1996 mereka mampu menaklukan Ajax Amsterdam.

Continue reading “La Vecchia Signora”

El Clasico (again)

Entah yang sudah edisi keberapa saya menulis blog bertemakan el clasico. Dibilang bosan? Tentu tidak. DIbilang jenuh? Juga tidak. Namun yang pasti, ada sebuah pencapaian yang tidak sesuai dengan ekspektasi dari pertandingan ini. Sebagai madridista, mendapatkan kemenangan sudah pasti diharapkan. Namun, jauh dari itu semua, ekspektasi saya hanyalah menikmati pertandingan dimana terdapat “jual-beli” serangan.

Mourinho memang mampu menyulap Inter Milan memiliki pertahanan grendel ala Italia sehingga membuat pemain Barca frustasi lalu mudah ditaklukan dengan serangan baliknya. Mourinho memang jenius mampu menyulap pemain untuk bermain di luar posisi yang biasa dia perankan. Namun, entah mengapa, saya kurang melihat kejeniusan Mou dalam meracik Madrid agar dapat menahan serangan Barca.

Okelah, saya akui bahwa untuk saat ini Barca mempunyai sistem permainan yang dapat dinikmati pecinta sepakbola. Bagaimana penonton dapat melihat bola mengalir dengan indahnya dari kaki kiper ke bek ke gelandang ke striker kemudian berakhir dengan gol. Dan proses itu berjalan sempurna dengan posession football yang sangat dominan. Namun perlu diketahui, Barca bukanlah tim yang tidak bisa dikalahkan! Tim gurem seperti Levante pun mampu menorehkan sejarah sebagai tim yang mampu mengalahkan Barca musim ini.

Continue reading “El Clasico (again)”