Month: April 2011

Buah Came

Ada yang pernah denger nama buah Came? Saya yakin hampir sebagian besar pembaca belum pernah mendengarnya atau bahkan belum pernah melihatnya. Saya pun begitu. Saya pun baru mengetahui buah tersebut ketika sedang jalan-jalan bersama keluarga ke daerah Babelan, Muara Gembong, lalu ke Cikarang.

Di dalam perjalanan daerah Babelan – Muara Gembong, di pinggir jalan ada penjual buah yang menjual buah semangka, melon, dan sejenis buah yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Dibilang melon terlalu kecil, dibilang tomat tapi kayak melon atau jambu biji. Untuk mengurangi penasaran, akhirnya kami memutuskan untuk berhenti di salah satu tukang buah dan membelinya.Melalui tukang buah itulah kami tahu nama buah itu. Harganya tak terlalu mahal. Satu kilo 5 ribu rupiah. Dan dapatlah 3 buah Came tersebut.

Ini saya kasih liat bentuk buahnya. Ukurannya tidak terlalu besar. Jika dikomparasikan dengan tusuk gigi, tingginya tidak jauh beda.

Buah Came

Jika dibelah, bentuknya memang mirip melon. bijinya mirip dengan buah markisa. kami tidak tahu apakah bjinya tersebut bisa dimakan atau tidak, tapi rasanya tidak sesegar biji markisa. Klo dari dagingnya, mirip perpaduan antara buah melon dengan buah blewah. Ini bentuknya jika dibelah.

Belahan Buah Came

Saya tidak tahu apakah di daerah lain ada buah jenis ini namun dengan nama yang berbeda. Tapi setidaknya, saya dapat pengetahuan baru terkait buah yang baru saya tahu ini.

Tomodachi

Saya tidak tahu kapan tepatnya mengenal dirinya. Sosok yang kala itu saya ingat sedang mengenakan gips di tangannya dikarenakan jatuh terdorong temannya yang berbadan jauh lebih besar darinya. Dan sejak saat itu, perlahan namun pasti, saya mulai mengenal lebih jauh tentangnya. Tak terasa dari zaman putih biru kala itu hingga beralmamater warna karung goni kami tempuh bersama.

Tak banyak orang yang mengetahui nama lengkapnya. Biasanya teman-teman saya lebih mengenal dirinya dengan nama panggilan. Tapi, saya tidak. Sedari dulu, saya termasuk orang yang senang mengenal secara detail terkait seseorang. Begitupun dengan dirinya. Baik nama lengkap ataupun nama panggilannya ketika di rumah, sekolah, bahkan kampus.

Continue reading “Tomodachi”

Tebakan Lagi

Beberapa hari yang lalu, sempat chatting dengan Panji, si Jakmania yang sedang merantau di tanah Borneo. Dan terlantunlah sebuah cerita kenangan yang konyol. Cerita yang terjadi sekitar 3 – 4 tahun yang lalu dimana kami sama-sama sedang menjadi panitia acara Che.

Awalnya dia hanya berniat mengisi waktu kosong alias ice breaking di salah satu sesi acara. Untuk membuat ice breaking menarik, dy pun menantang para peserta dengan sebuah pertanyaan alias quiz dimana yang benar jawabannya akan mendapatkan hadiah buku darinya. Ketika mendengar pertanyaannya, hati saya berkomentar “wah, ini kan pertanyaan yang dulu dilontarkan ketika kami menjadi peserta seperti saat ini”. Dan memang waktu itu, tidak ada satu pun yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Namun, berbeda untuk kali ini. Ternyata ada satu orang peserta putri yang mengangkat tangannya tanda dia akan mencoba jawabannya dan ternyata betul! Tampak ekspresi kaget di wajahnya Panji, dan saya pun juga begitu. Tidak menyangka akan ada yang bisa menjawab tebakan ini dengan tepat.

Mau tahu pertanyaan yang dilontarkan oleh Panji? ini dia

“Sebutkan 99 kata dalam bahasa Inggris yang tidak mengandung huruf A, B, C, dan D?”

Bisakah kalian menjawabnya juga? ^^

Laskar 2009

Di perjalanan menuju tahun ketiga laskar 2009 di Agustus nanti, akhirnya kami memiliki logo yang telah didesain oleh ahli desain di laskar. Buat saya, logonya simple dan berwarna dan tentu saja bermakna. Jika dilihat dari atas, para laskar sedang bergandengan tangan sebagai tanda kuatnya ikatan kami. Warna-warni yang tergambar sebagai deskripsi singkat atas heterogennya kami.

***

Tak pernah ada dalam pikiranku sejak menginjakkan kaki di Kampus Kerakyatan ini akan bertemu dengan sekelompok orang seperti  mereka. Definisiku untuk kata “bertemu” itu adalah berada dalam satu komunitas yang pastinya terjadi berbagai macam interaksi di dalamnya, baik suka maupun duka. Dan untuk interaksi itu pun, saya atau bahkan kami memiliki maknyanya sendiri. Bukan layaknya interaksi umum yang terjadi di masyarakat. Kami memiliki batasan yang jelas dan tegas untuk sebuah hal bernama interaksi. Bingung? Ya, itulah kami!

Continue reading “Laskar 2009”

Q 2

“Bila jiwa memiliki tekad yang besar, niscaya tubuh harus lelah karenanya. Jika Allah telah menakdirkan sesuatu yang kita minta, suatu saat kita akan menemukan kemudahan untuk meraihnya. Namun, jika Allah tidak menghendaki apa yang kita minta, niscaya kita tak akan mendapatkannya meski dengan bekerja keras”

Q 1

Hidup manusia itu seperti sebuah buku. Sampul depan adalah tanggal lahir, sampul belakang adalah tanggal kembali. Tiap lembarannya adalah hari-hari dalam hidup. Ada buku yang tebal, ada pula yang tipis. Hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang bersih, baru, dan tiada cacat.

Sep erti halnya dalam hidup, seburuk apapun kemarin, Allah selalu menyediakan hari yang baru untuk kita. Kesempatan yang baru untuk bisa melakukan sesuatu yang benar setiap hari. Memperbaiki kesalahan. melanjutkan alur cerita yang sudah ditetapkan-Nya.

Selamat berjuang mengisi lembar demi lembar dengan kebaikan


Tempat Terakhir

Lagi senang dengerin lagunya Padi terbaru nih. Setelah lama tidak keluar dengan ketukan-ketukan khasnya seperti ini.. Akankah menjadi hits layaknya Mahadewi ataupun Sobat?

————————————————————————————————————————

meskipun aku di surga mungkin aku tak bahagia
bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu

lama sudah kau menemani
langkah kaki di sepanjang perjalanan hidup penuh cerita
kau adalah bagian hidupku dan akupun menjadi bagian
dalam hidupmu yang tak terpisah

kau bagaikan angin di bawah sayapku
sendiri aku tak bisa seimbang
apa jadinya bila kau tak di sisi

meskipun aku di surga mungkin aku tak bahagia
bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu
aku ingin kau menjadi bidadariku di sana
tempat terakhir melabuhkan hidup di keabadian

bila nanti aku kehilangan, mungkin itu hanya sesaat
karena ku yakin kita kan bertemu lagi